Amnesia Akibat ECT
ECT-induced amnesia
Ringkasan Singkat
Kehilangan ingatan yang terjadi sebagai efek samping dari terapi elektrokonvulsif (ECT).
Amnesia Akibat ECT adalah gangguan memori yang sering muncul setelah prosedur terapi listrik. Meskipun ECT sangat efektif meredakan depresi berat, defisit memori sering terjadi, terutama amnesia retrograd (lupa kejadian sebelum terapi) dan amnesia anterograd (kesulitan membentuk ingatan baru segera setelah terapi).
Biasanya, kemampuan belajar baru akan kembali normal dalam waktu 6 bulan setelah perawatan selesai. Namun, beberapa kenangan tentang peristiwa yang terjadi sangat dekat dengan waktu perawatan mungkin hilang secara permanen. Penggunaan ECT unilateral (satu sisi otak) sering dilakukan untuk meminimalkan efek samping kognitif ini dibandingkan dengan metode bilateral.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Prudic, J. (2008). Strategies to minimize cognitive side effects with ECT. Journal of ECT.
- Lisanby, S. H. (2007). Electroconvulsive therapy for depression. New England Journal of Medicine.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.